SELAMAT DATANG DIBLOG KU

Saturday, April 27, 2013





PENDIDIKAN JARAK JAUH
MENGHUBUNGKAN PELAJAR MELAMPAUI RUANG KELAS

11. TUJUAN
Dengan mempelajari materi kita dapat menjelaskan pendidikan jarak jauh dan bagaimana cara menggunakannya agar dapat memudahkan siswa dalam belajar.

22. PENGERTIAN PENDIDIKAN JARAK JAUH
Pendidikan jarak jauh adalah: pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembalajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau terpisah antara instruktur dan peserta didik (Sadirman, dkk,1996:13).



EVALUASI KURIKULUM

A.      Konsep
Kemmis (1936) mendefinisikan evaluasi kurikulum sebagai proses menyusun informasi dan argumen yang memungkinkan individu dan kelompok tertarik untuk berpartisipasi dalam perdebatan kritis tentang program khusus. Cara guru mendefinisikan evaluasi akan menentukan bagaimana pendekatan yang akan dilakukan dalam mengevaluasi.
Pendekatan dalam mengevaluasi sangatlah bervariasi tergantung bagaimana cara mendefinisikannya. Misalkan jika evaluasi didefinisikan sebagai tingkatan yang memenuhi hasil kinerja siswa maka evaluator akan mengukur perilaku siswa yang relevan terhadap hasil kurikulum. Jika evaluasi didefinisikan sebagai penilaian secara profesional, maka kurikulum pada tindakan akan dievaluasi dengan mengumpulkan informasi yang akan digunakan untuk membuat penilaian. Jika evaluasi didefinisikan sebagai tempat untuk  mengidentifikasi keputusan kurikulum yang dibuat, maka evaluator akan memilih informasi yang berhubungan dengan keuntungan dan kerugian dari setiap keputusan yang diambil. Sebagai evaluator maka dapat memilih satu atau berbagai pendekatan-pendekatan untuk mengevaluasi kurikulum.



KONTEN

Konten atau materi pelajaran sebenarnya merupakan komponen kurikulum yang amat penting. Konten menyangkut jawaban terhadap pertanyaan, “apakah yang diajarkan?”. Konten ini seringkali tidak diperhatikan. Artinya, konten seringkali diserahkan saja pada keputusan guru atau diambil saja dari buku teks yang berlimpah-limpah, tanpa mengaitkan dengan tujuan pendidikan, tujuan kurikulum atau dengan tujuan instruksional.



IMPLEMENTASI KURIKULUM

                                                                                                        CURRICULUM IMPLEMENTATION
(Chapter 9:  Ornstein & Hunkins)
          Leslie Bishop mengatakan bahwa implementasi memerlukan restrukturisasi dan pergantian. Implementasi menghendaki pengorganisasian kembali, penyesuaian perilaku pribadi, cara bersikap, penekanan program, lama pembelajaran dan adanya jadwal serta kurikulum. Berarti para pendidik harus beralih ke program baru. Sejalan dengan ini pembimbing kurikulum dapat memicu perubahan perilaku staf berdasarkan mutu perencanaan awal dan presisi langkah pengembangan kurikulum yang telah berjalan.
          Dalam mengevaluasi implementasi




ARAH MASA DEPAN KURIKULUM (FUTURE DIRECTIONS FOR CURRICULUM)

Ornstein & Hunkins
Chapter 13
 Pada abad ke-20 ditandai dengan era perubahan yang sangat cepat, namun disertai serba ketidakpastian. Khusus perubahan sosial akan mempengaruhi kurikulum pendidikan. Karena itu dalam menyusun kurikulum harus diperhatikan perubahan sosial pada abad ini yang begitu dinamis, bukannya statis seperti abad-abad yang terdahulu.



PONDASI PSIKOLOGIS KURIKULUM

*Ornstein & Hunkins Chapter 4
           Psikologi berkenaan bagaimana orang belajar dan memberikan dasar untuk memahami proses belajar-mengajar. Pertanyaan lain yang menarik ahli psikologi dan ahli kurikulum adalah: Bagaimana seharusnya kurikulum disusun untuk meningkatkan belajar?
          Bagi John Dewey,

Teori Belajar Konstruktivisme